Bulan RajabImage by pngtree.com

Bulan Rajab;

Tepat hari ini, Minggu, 21 Desember 2025, kita telah memasuki bulan Rajab, yaitu salah satu bulan yang Allah SWT muliakan.  Bagi umat Islam, bulan ini memiliki keistimewaan yang luar biasa. Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an dan terdapat pula dalam hadits Nabi Muhammad SAW, ia termasuk empat bulan haram yang Allah SWT muliakan. Oleh karena itu, banyak umat Islam yang menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas iman, memperbanyak amal saleh, dan menjauhi perbuatan maksiat. Berkaitan dengan hal tersebut, Allah SWT berfirman dalam al-Quran:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۚ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ. (التوبة: 36)

Artinya:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi; di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.

Lantas apa saja yang menjadikan bulan rajab ini termasuk bulan yang istimewa bagi umat Islam?

1. Salah Satu Bulan Haram

Keistimewaan utama bulan Rajab adalah kedudukannya sebagai bulan haram. Rasulullah SAW menjelaskan secara rinci dalam hadits berikut:

السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ: ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو الْقَعْدَةِ، وَذُو الْحِجَّةِ، وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ. (رواه البخاري والمسلم)

Artinya:

“Setahun itu ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram, tiga berturut-turut: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta Rajab Mudhar yang berada antara Jumadal Akhir dan Sya’ban.”

Dalam hadits tersebut secara tegas terdapat penjelasan mengenai bulan rajab masuk ke dalam empat (4) bulan haram. Dengan adanya hadits ini menegaskan bahwa Rajab adalah bulan mulia sejak zaman jahiliyah hingga Islam, dan kemuliaannya tetap terjaga dalam syariat Islam. Pada bulan haram, larangan berbuat zalim menjadi perhatian khusus untuk kita hindari, dan berbagai amal kebaikan memiliki nilai yang lebih besar untuk kita kerjakan.

2. Pahala Amal Saleh Berlipat Ganda

Para ulama sepakat bahwa beramal saleh pada bulan-bulan haram memiliki keutamaan tersendiri. Walaupun tidak ada ibadah wajib yang khusus hanya karena bulan Rajab, memperbanyak amal kebaikan merupakan anjuran yang harus kita jalankan.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

“Janganlah kalian menzalimi diri kalian pada bulan-bulan haram, karena dosa di dalamnya lebih besar, sebagaimana amal saleh di dalamnya juga lebih besar pahalanya.”

Berdasarkan keterangan hadits tersebut, mendorong umat Islam untuk memperbanyak ibadah. Ada yang fokus meningkatkan amal ibadah dengan memperbanyak shalat sunnah, ada juga yang rajin untuk mengeluarkan sedekah, ada yang lebih memperbanyak ibadah dengan banyak membaca Al-Qur’an, dan ada juga yang melakukannya dengan berbuat baik kepada sesama.

3. Anjuran Berpuasa Sunnah di Bulan Haram

Meskipun tidak ada hadits shahih yang secara khusus mewajibkan atau mengkhususkan puasa Rajab, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa di bulan-bulan haram secara umum.

Dari Mujibah Al-Bahiliyyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah SAW bersabda:

صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ. (رواه ابو داود)

Artinya:

“Berpuasalah pada bulan-bulan haram dan tinggalkanlah (sebagian).”

Hadits ini menunjukkan boleh untuk berpuasa sunnah di bulan Rajab tanpa adanya keyakinan mengenai keutamaan khusus pada hari tertentu. Selain sebagai amal untuk mengumpulkan pahala, juga sebagai latihan spiritual sebelum memasuki bulan Ramadhan.

4. Bulan Persiapan Menuju Ramadhan

Rajab sering dianggap sebagai bulan persiapan menuju Ramadhan. Hal ini tercermin dari doa berikut yang sering dipanjatkan Rasulullah SAW saat mulai memasuki bulan Rajab:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya:

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan.”
(HR. Ahmad dan Al-Baihaqi)

Doa ini menunjukkan bahwa bulan Rajab dan Sya’ban merupakan tahapan penting untuk mempersiapkan diri agar dapat beribadah secara maksimal di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, memperbaiki kebiasaan ibadah sejak Rajab sangat dianjurkan.

5. Peristiwa Isra dan Mikraj

Peristiwa terjadinya Isra dan Mikraj Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa peristiwa Isra dan Mikraj terjadi pada bulan Rajab. Peristiwa ini merupakan perjalanan agung Rasulullah SAW yang di dalamnya Allah SWT mewajibkan shalat lima waktu.

Rasulullah SAW bersabda:

“Kemudian diwajibkan atasku shalat lima puluh waktu, lalu dikurangi hingga menjadi lima waktu, namun pahalanya tetap lima puluh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Peristiwa ini menjadikan bulan Rajab sebagai momentum penting untuk meningkatkan kualitas shalat dan memahami betapa agungnya ibadah tersebut.

6. Bulan Taubat dan Istighfar

Karena Rajab adalah bulan haram, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak taubat dan istighfar. Kesadaran bahwa dosa di bulan ini lebih berat seharusnya menjadikan seorang Muslim lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertindak. Walaupun tidak khusus menyebut Rajab, hadits qudsi berikut berlaku pada semua waktu, termasuk bulan Rajab, terutama karena Rajab adalah bulan haram:

يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا

Artinya:

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.”

Kesimpulan

Bulan Rajab adalah bulan yang penuh kemuliaan dan waktu yang sangat penting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (تقربا إلى الله). Adanya dalil mengenai bulan Rajab, baik dari Al-Qur’an maupun hadits Nabi SAW, menunjukkan bahwa Rajab termasuk bulan haram yang harus dimuliakan dengan memperbanyak amal saleh dan menjauhi maksiat. Dengan memanfaatkan bulan Rajab sebagai waktu persiapan menuju Ramadhan, seorang Muslim dapat memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan keimanan, dan meraih keberkahan hidup. Semoga Allah SWT memberikan kita taufik untuk memuliakan bulan Rajab dan mengisinya dengan amal yang diridhai-Nya.

Baca juga:

Kepribadian Nabi Muhammad SAW Yang Agung dan Mulia

Ada Waktu Ijabah Do’a, Inilah Keistimewaan Hari Jumat

Penting! Inilah cara mencintai Nabi Muhammad agar diakui sebagai umatnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *