Dhorof zaman;
Bahasa Arab memiliki sistem tata bahasa yang sangat terstruktur dan kaya makna. Salah satu unsur penting dalam ilmu nahwu adalah dhorof (ظرف), yaitu kata keterangan yang berfungsi menjelaskan keadaan terjadinya suatu perbuatan. Dhorof terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu dhorof zaman (keterangan waktu) dan dhorof makan (keterangan tempat). Tujuan dari penulisan artikel ini secara khusus untuk membahas dhorof zaman dan artinya serta contoh penerapannya dalam struktur kalimat Bahasa Arab secara benar.
Untuk lebih lanjut, simak penjelasan dzorof zaman berikut:
Pengertian Dhorof Zaman
Secara bahasa, dhorof (ظرف) berarti wadah. Adapun zaman (الزمان) berarti waktu. Dengan demikian, dalam istilah nahwu, dzorof zaman adalah isim yang menunjukkan waktu terjadinya suatu perbuatan dan biasanya berfungsi sebagai maf‘ūl fīh (objek keterangan waktu).
Menurut Musthafa al-Ghalayaini dalam Jāmiʿ ad-Durūs al-ʿArabiyyah, dhorof zaman adalah:
“Isim manshub yang menunjukkan waktu terjadinya perbuatan.”
Dengan kata lain, dhorof zaman berfungsi menjawab pertanyaan “kapan?” dalam sebuah kalimat bahasa Arab.
Perhatikan contoh berikut:
أَفْطَرْتُ صَبَاحًا
Saya sarapan pada pagi hari.
Kata صَبَاحًا merupakan dzorof zaman karena menunjukkan waktu terjadinya perbuatan sarapan.
Ciri-Ciri Dhorof Zaman
Untuk mengenali dzorof zaman dalam sebuah kalimat, terdapat beberapa ciri penting, antara lain:
- Menunjukkan waktu
Zaman artinya waktu, sehingga dzorof zaman selalu berkaitan dengan waktu terjadinya suatu aktivitas. - Berupa isim manshub (المنصوب)
Hampir semua dzorof zaman berharakat fathah di akhir kata, kecuali jika mabni seperti أمسِ. - Berkaitan dengan fi‘il atau makna perbuatan
Dzorof zaman menerangkan kapan suatu perbuatan dilakukan. - Dapat berupa kata tunggal atau frasa
Misalnya: لَيْلًا (suatu malam), بَعْدَ الصُّبْحِ (setelah Shubuh).
Contoh Dhorof Zaman dan Artinya
Berikut beberapa contoh dzorof zaman yang sering dijumpai dalam bahasa Arab:
| Dhorof Zaman | Artinya |
|---|---|
| الْيَوْمَ | hari ini |
| أَمْسِ | kemarin |
| غَدًا | Besok |
| صَبَاحًا | pada pagi hari |
| مَسَاءً | pada sore/malam |
| لَيْلًا | pada malam hari |
| نَهَارًا | pada siang hari |
| دَائِمًا | Selalu |
| أَبَدًا | selamanya |
| حِينًا | suatu waktu |
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
Berikut beberapa contoh penggunaan dhorof zaman dalam kalimat bahasa Arab:
- نَذْهَبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ صَبَاحًا
Kami pergi ke sekolah pada pagi hari. - ذَاكَرْتُ الدَّرْسَ لَيْلًا
Saya belajar pelajaran pada malam hari. - رَجَعَ الْمُسَافِرُ أَمْسِ
Musafir itu pulang kemarin. - سَيَجْتَهِدُ الطَّالِبُ غَدًا
Siswa itu akan bersungguh-sungguh besok.
Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa dzorof zaman memperjelas makna kalimat dengan memberikan keterangan waktu yang spesifik.
Perbedaan Dengan Dhorof Makan
Dalam ilmu nahwu, dhorof terbagi menjadi dua, yaitu:
- Dhorof zaman, yaitu keterangan waktu
Contoh: دَرَسْتُ مَسَاءً (pada malam hari) - Dhorof makan, yaitu keterangan tempat
Contoh: جَلَسْتُ فِي الْفَصْلِ (di dalam kelas)
Memahami perbedaan kedua dhorof ini penting agar tidak keliru dalam menentukan fungsi kata dalam i‘rab kalimat Arab.
Penutup
Dzorof zaman adalah salah satu unsur penting dalam tata bahasa Arab yang berfungsi sebagai keterangan waktu terjadinya suatu perbuatan. Dengan memahami pengertian, ciri-ciri, serta contoh penggunaannya, pembelajar bahasa Arab akan lebih mudah memahami dan menyusun kalimat dengan struktur yang benar dan makna yang jelas. Penguasaan dzorof zaman menjadi langkah awal yang sangat penting dalam pendalaman ilmu nahwu secara komprehensif.
Referensi
- Al-Ghalāyainī, Muṣṭafā. Jāmiʿ ad-Durūs al-ʿArabiyyah. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah.
- Ibn Mālik, Jamāl al-Dīn. Sharḥ Ibn ʿAqīl ʿalā Alfiyyat Ibn Mālik. Beirut: Dār al-Fikr.
- Al-Hāshimī, Aḥmad. Al-Qawāʿid al-Asāsiyyah li al-Lughah al-ʿArabiyyah. Beirut: Dār al-Fikr.
- Zainuddin, H. M. Ilmu Nahwu Lengkap. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
- Ash-Shiddieqy, Teungku Muhammad Hasbi. Pengantar Ilmu Nahwu. Jakarta: Bulan Bintang.
Baca juga:
Naibul Fail; Kata Yang Menggantikan Posisi Fa’il
